Sabtu, 20 Maret 2010

Pidato Steve Jobs


. . .

[PIDATO STEVE JOBS DI ACARA WISUDA STANDFORD UNIVERSITY]

Stay Hungry. Stay Foolish

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang,

yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia..

Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.

Mengapa saya DO?

Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya dapat berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, tenyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kalligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena WIndows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini akan efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan

bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar.. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di

usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. .

Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan

David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya

putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam

hidup saya. Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan

menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama- semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas

dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini

adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau

gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian.

Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak.. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani kehidupan orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersamdar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewrt dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka berpetualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish..” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.

We are not a human being and having a spiritual expirience

We are a spiritual being and having a human expirience

Sumber: http://www.facebook.com/notes/winda-rianti/pidato-steve-job-di-acara-wisuda-stanford-university/102093524025

Rabu, 17 Maret 2010

Lirik Lagu : WHEN YOU BELIEVE

Mariah Carey feat. Whitney Houston

Many nights we prayed, with no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song, we barely understood
Now we are not afraid, although we know there’s much to fear
We were moving mountains long, before we knew we could

Chorus:
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, It’s hard to kill
Who knows what miracles, you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe


In this time of fear, when prayer so often proves in vain
Hope seems like the summer birds, too swiftly flown away
Yet now I’m standing here, my heart so full I can’t explain
Seeking faith and speaking words, I’d never thought I’d say

Chorus:
There can be miracles, When you believe (When you believe)
Though hope is frail, It’s hard to kill
Who knows what miracles, You can achieve (You can achieve)
When you believe, somehow you will
You will when you believe


They don’t always happen when you ask
And it’s easy to give into your fear
But when you’re blinded by your pain
Can’t see you way clear through the rain
A small but still resilient voice
Says help is very near


There can be miracles (miracles)
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
Somehow you will
You will when you believe
You will when you, you will when you believe
Just believe, just believe
You will when you believe

HUJAN BULAN JUNI

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni

Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu,

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni

Dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni

Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu..


(Sapardi Djoko Damono)

MAUT


maut dilahirkan waktu fajar

ia hidup dari mata air;

itu sebabnya ia tak pernah mengungkapkan seluk-beluk karat

yang telah mengajarinya bertarung

melawan hidup; ia juga takkan mau

menjawab teka-teki sejakala

yang telah menahbiskannya

menjadi penjaga gerbang itu


maut mencintai fajar

dan mata air, dengan tulus


(Sapardi Djoko Damono)

HUJAN DAN FUNGSI LAIN DARI LANGIT



. . .

Allah SWT berfirman:

Demi langit yang mengandung hujan”. (QS. At-Thaariq: 11)

Kata yang ditafsirkan oleh sebagian ahli tafsir sebagai ‘mengandung hujan’ dalam tejemahan Al Quran ini dapat juga bermakna ‘mengirim kembali’ atau mengembalikan.

Seperti telah diketahui bersama, atmosfer yang melingkupi bumi terdiri atas sejumlah lapisan. Pada setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau kea rah bawah, yakni ke bumi. Jika dicermati ternyata terdapat sejumlah contoh fungsi pengembalian dari lapisan-lapisan yang menyelimuti bumi tersebut.

· Lapisan troposfer, lapisan ini berada pada ketinggian 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, serta memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi, serta memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.

· Lapisan ozon, berada pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya, termasuk di dalamnya sinar kosmik akibat pancaran sinar dari benda-benda dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

· Ionosfer, memantulkan kembali pancaran gelombang radio yang berasal dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi yang bersifat pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.

Dari beberapa penjelasan tentang sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, membuktikan bahwa Al Quran adalah firman Allah yang berlaku sepanjang zaman.

Terkait dengan hujan, terdapat sebuah ayat dalam Al Quran yang menyebutkan sifat angin yang ‘mengawinkan’ hingga terbentuknya hujan. Allah SWT berfirman:

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan, dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-sekali bukanlah kamu yang menyimpannya”. (Al-Hijr:22)

Dalam ayat ini, ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin menggerakkan awan. Namun, penemuan ilmu meteorology modern telah menunjukkan adanya peran ‘mengawinkan’ dari angin dalam pembentukan hujan.

Fungsi ‘mengawinkan’ dari angin ini terjadi sebagaimana berikut. Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel l=kecil, dengan diameter seperseratus millimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin, dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin, dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekeliling partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.

Sebagaimana terlihat, angin ‘mengawinkan’ uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang dibawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan. Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujan pun tidak akan terjadi.

Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan, ternyata telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat dalam Al Quran, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam.

Fakta lain yang diberikan dalam Al Quran mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam QS Az-Zukhruf ayat 11:

Dan Kami yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)”.

Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 triliun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut ukuran atau kadar tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.

Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Quran.

Sumber :Buku Fisika dan Al Quran, penulis Agus Mulyono dan Ahmad Abtokhi.

DI PENGHUJUNG SORE ITU...

[Oleh-Oleh Taujih dari Tempat KP]
. . .

Pekan ini memasuki 2 pekan terakhirku Kerja Praktek (KP) di PT Kimia Farma (Persero), Tbk. Plant Bandung. Banyak hal, banyak kisah, dan tentu saja banyak pembelajaran yang aku dapatkan selama melaksanakan KPPF di sini.

Biasanya rutinitasku setiap hari di tempat KP itu adalah mengamati dan Validasi Proses Kinin Sulfat dan Sampling di Pabrik (Bagian Produksi & Pemurnian Kina), ke Bagian Pengawasan Mutu, terus olah data dan bikin laporan di Office/Kantor MR (Manajer Representatif), terakhir diskusi dan bimbingan dengan pembimbing atau para pekerja di sana. Oiya, satu lagi aktivitas yang ga pernah kelewat pas lagi KP adalah Makan Siang di kantin. Setiap hari Masuk jam 07.30 Pagi terus pulang jam 16.00 sore nya.

Tapi ada yang berbeda hari ini, bukan hanya karena mulai hari ini aku udah mulai sibuk dengan ngolah dan analisis data untuk presentasi akhir di depan tim Manajemen KF, bukan pula stress yang mulai meningkat karena waktu presentasi akhir semakin dekat padahal laporan KP belum selesai, analisis data dan masalah proses produksi makin rumit, improvement belum nemu ide yang brilian, atau tugas-tugas dan beban-beban terkait KP lainnya. Bukan itu temans! Ternyata yang berbeda hari ini di tempat KP adalah sore hari nya Serikat Pekerja (SP) PT Kimia Farma (Persero), Tbk. Plant Bandung mengadakan acara PENGAJIAN. Di saat tekanan pada para pekerja yang semakin meningkat [termasuk aku yang merasa flow KP yang lagi tinggi-tingginya], ternyata masih ada`sarana/acara yang memfasilitasi para pekerja di sana untuk rehat sejenak, kontemplasi sesaat untuk berfikir dan menenangkan diri. Mendengar dan mengkaji untaian-untaian nasihat dan ilmu agama.

Sore itu setelah jam pulang kerja, tepatnya pukul 16.00 Pengajian tersebut dilaksanakan di Mesjid PT Kimia Farma (Persero), Tbk. Plant Bandung. Menghadirkan Ustdz. Indra Kusumah, S.Psi., M.Psi. sebagai narasumber. Tema pengajian sore itu adalah :
“BELAJAR MENJADI MANUSIA TERBAIK [Berdasarkan Hadits Rasulullah SAW]”

Dalam agama islam, setiap manusia diajarkan untuk tidak cepat merasa puas untuk hal-hal yang bersifat konstruktif (membangun). Setiap manusia dianjurkan untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan berlomba-lomba dalam hal kebaikan di setiap waktu dan dimanapun. Untuk menjadi manusia terbaik haruslah mencontoh manusia terbaik sebagai panutan/tauladan. Dalam agama islam, model manusia terbaik itu ada pada diri Rasulullah SAW.

Seperti yang disebutkan dalam Q.S. Al Ahzab ayat 21:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Oleh karena itu, untuk belajar menjadi manusia terbaik sudah seharusnya mengacu pada Rasulullah SAW sebagai contoh teladannya yang merupakan manusia terbaik sepanjang zaman, yang memiliki kepribadian komprehensif sebagai seorang manusia (Sebagai seorang Pemimpin, yang Shalih, dan Profesional) yang berintegritas tinggi.
. . .

-HADITS 1-

“Sebaik-baik manusia adalah yang PALING BAIK AKHLAKNYA.”

Akhlak yang dimaksudkan di sini adalah baik akhlak pada diri sendiri maupun orang lain. Dalam agama Islam sendiri ada akhlak untuk diri sendiri dan ada akhlak untuk orang lain (ke sesama manusia baik yang muslim maupun non muslim), bahkan ada akhlak untuk lingkungan (alam, binatang, dll) pun diajarkan dalam agama islam. [Subhanallah, begitu detailnya agama Allah ini mengatur segala aspek kehidupan makhluk-Nya].

Manusia diberi kewenangan oleh Allah untuk memilih respon/tindakan dalam hidup ini. Manusia diberi kewenangan untuk bebas memilih segala sesuatunya dalam hidup ini. Termasuk juga memilih akhlak. Akhlak mana yang akan kita pilih? Akhlak baik atau akhlak buruk? Respon apa yang akan kita ambil dalam hidup ini? Rajin atau Malas? Marah atau Sabar? Diam atau berGerak? Dan lain sebagainya. Bahkan setelah bangun tidur kita mau ngapain itu juga pilihan. Semuanya adalah pilihan, temans. Yups, coz’ LIFE IS A CHOICE!

Setiap pilihan manusia itu harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Dan Allah hanya akan meminta pertanggungjawaban pada apa yang kita pilih. Sedangkan di luar yang kita pilih, itu tidak perlu. Jadi apabila kita sudah berusaha sebisa mungkin untuk melakukan yang terbaik tapi pada akhirnya hasilnya tidak sesuai dengan harapan maka yang akan dipertanggungjawabkan pada Allah itu bukan pada hasil akhirnya melainkan pada proses/usaha yang sudah dilakukan. Karena hasil akhirnya itu adalah kehendak Allah. Manusia yang memilih (berikhtiar) dan Allah yang menentukan akhirnya.
. . .

-HADITS 2-

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki umur panjang dan memiliki amal yang baik.” [H.R. Ahmad]

Yang dimaksud umur panjang di sini bukanlah berarti umur biologis yang panjang hingga ratusan tahun. Yang dimaksud umur panjang di sini adalah umur sejarah yang panjang karena punya banyak karya dan kontribusi yang besar untuk umat sehingga hidupnya menyejarah dan akan terus dikenang amalannya, kebaikannya, kontribusinya, manfaatnya, ataupun karyanya walaupun sudah meninggal. Walaupun dalam kenyataannya yang memiliki umur sejarah yang panjang tidak hanya orang-orang yang meninggalkan amalan baik atau kontribusi yang besar, tetapi juga ada orang-orang yang dikenang dan memiliki umur sejarah yang panjang karena amalan nya yang buruk atau karena kejahatannya yang besar dan merugikan banyak orang. Tapi itu semua kembali pada manusianya, apakah manusia tersebut mau memilih untuk dikenang sebagai pahlawan yang banyak memberi kebaikan atau sebagai seorang pecundang/penjahat yang banyak memberi kemudharatan!

Kata ustadz nya, Ada 4 tipe manusia di dunia ini, yaitu:
1. Manusia yang WAJIB adanya
Manusia tipe ini, kalo ada maka keberadaannya akan terasa manfaatnya. Tetapi kalo ga ada bakal dicariin, karena keberadaannya memang dibutuhkan.

2. Manusia yang SUNNAH adanya
Manusia tipe ini, kalo ada keberadaannya memberi manfaat, tetapi kalo ga ada ya biasa aja, ga bakal dicariin. Atau Kalo ada keberadaannya memberi manfaat tetapi ga kerasa manfaatnya dan kalo ga ada baru kerasa/sadar akan manfaatnya saat ada.

3. Manusia yang MUBAH adanya
Manusia tipe ini, ada atau ga ada keberadaannya sama aja. Ga ada perbedaan yang signifikan.

4. Manusia yang MAKRUH adanya
Manusia tipe ini, kalo ada keberadaannya membawa kerugian. Kalo ga ada ya biasa aja (ga rugi maupun ga membawa manfaat).

5. Manusia yang HARAM adanya
Manusia tipe ini, keberadaannya ga diharapkan karena membawa kerugian. Dan Ketiadaannya itu diharapkan karena membawa ketenangan kalo ga ada.

Nah, silahkan memilih kita ada di kategori manusia yang mana?!?!!? ^^v

Selanjutnya disebutkan juga ada beberapa Amalan yang tak akan putus walaupun sudah meninggal, yaitu:
- Amal Jariyah
- Ilmu yang Bermanfaat
- Anak yang Sholeh [Makanya setiap orang tua bertanggung jawab untuk mendidik dan menyolehkan anaknya]
Oiya, ustadnya juga bilang ada hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tua nya, diantaranya yaitu: Dicarikan bapak/ibu yang baik (makannya kalau milih pasangan hidup harus hati-hati karena akan dipertanggungjawabkan kelak. Pilihlah pasangan untuk menjadi bapak/ibu nya anak-anak itu yang baik agamanya, akhlaknya, budi pekertinya, ilmunya, kepribadiannya, agar nantinya anaknya akan dididik dengan benar dan diharapkan akan menjadi anak yang shaleh/shalehah).
. . .

-HADITS 3-

“Yang terbaik di antara kalian adalah yang dapat menyeimbangkan antara akhirat dan dunianya.” [H.R. Ahmad]

Keseimbangan dalam hidup juga disebutkan dalam QS. Al Qashas ayat 60 dan 70:
“Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti?” [Q.S 28:60]
“Dan Dialah Allah, tidak ada`Tuhan (yang berhak disembah)selain Dia, segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” [Q.S. 28:70]

Perjalanan kehidupan manusia:
Alam Ruh  Alam Rahim  Alam Dunia  Alam Kubur  Alam Mahsyar  Akhirat (Masuk Jannah/Syurga atau Naar/Neraka)

Sebagai manusia harus bisa menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhiratnya. Tetapi orientasi utamanya adalah tetap untuk akhirat yang kehidupannya/waktunya lebih kekal. Visi hidupnya (Goal akhirnya) adalah akhirat. Misinya harus dipersiapkan di dunia (beramal di dunia). Kita skenariokan meninggalnya kita mau seperti apa? Khusnul Khatimah atau Su’ul Khatimah? Apakah kelak kita mau masuk syurga atau Neraka? Semuanya itu harus direncanakan dan diusahakan dengan amalan kita di dunia. Oleh karena itu hidup kita di dunia jangan disia-siakan untuk hal yang tidak berguna tetapi harus diisi dengan hal-hal yang dapat menjadi tabungan amal kita kelak di akhirat.

[Ini ada tambahan dari CG, dulu aku pernah dapet sms isinya gini: “Tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak, Awali hari dengan niat mencari akhirat agar dunia tunduk dan mengikuti kita. Tersenyumlah saudaraku, sekalipun bumi yang kau pijak lelahkan langkahmu…]
. . .

Untuk menjadi manusia terbaik harus melakukan ibadah terbaik yang kita bisa lakukan. Tetapi perlu diingat! Hindari Sikap Berlebihan!!! Kalo istilah jaman sekarang mah ‘Jangan Lebay!!!!’… ^^v

Rasul bersabda, “Hai umat manusia hindarilah sikap berlebih-lebihan dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah dibinasakan oleh sikap berlebih-lebihan dalam beragama.” [H.R. Ahmad dan Nasa’i]

Jadi tetap kita harus mengikuti kaidah yang diajarkan Rasulullah SAW, yang mengacu pada Al Quran dan Al Hadits.
Wallahu’alam bishawab.

So, buat kita semua, SEMANGADH BELAJAR dan BERUSAHA untuk MENJADI MANUSIA TERBAIK!!!


Bandung, 10 Februari 2010
With Love,
-CG-









AWAN


. . .

Salah satu lapisan atmosfer bumi adalah triposfer. Troposfer ini berada pada ketinggian kira-kira 8 km di kutub bumi dan 17 km di khatulistiwa dari permukaan tanah, serta bersuhu antara 3-5 °C. Lapisan ini berpengaruh terhadap cuaca maupun iklim pada permukaan bumi. Pada lapisan ini pula terdapat debu, uap air, dan awan.

Keberadaan awan sangat berpengaruh terhadap cuaca dan iklim, karena dari awan inilah hujan dapat turun. Beberapa ahli sains telah mengkaji jenis-jenis awan yang menghasilkan hujan terbentuk menurut system tertentu serta melalui langkah khusus yang berkaitan erat dengan jenis angin dan awan tertentu. Salah satu jenis awan itu ialah awan ‘cumulonimbus’ yang berkaitan erat dengan petir. Para ahli cuaca telah mengkaji bagaimana awan-awan ‘cumulonimbus’ terbentuk dan bagaimana awan tersebut dapat menghasilkan hujan, salju, dan kilat. Mereka berpendapat bahwa awan ‘cumulonimbus’ memiliki beberapa tingkat agar dapat menghasilkan hujan:

1) Awan-awan ditiup angin; Awan ‘cumulonimbus’ pada mulanya terbentuk apabila angin meniup beberapa awan ‘cumulus’ yang kecil menuju satu kawasan dimana awan-awan kecil itu berada.

2) Penggabungan; Kemudian awan-awan kecil bergabung membentuk awan yang lebih besar.

3) Bertumpukan; Apabila awan-awan kecil bergabung, maka proses pergerakan ke atas (updrafts) di dalam awan yang lebih besar bertambah cepat. Pergerakan ini lebih kuat di kawasan pusat jika dibandingkan di tepi awan. Hal ini menyebabkan awan itu bertumpuk-tumpuk. Proses perkembangan ke arah atas ini menyebabkan awan memasuki kawasan yang lebih sejuk di dalam atmosfer dimana titik-titik air dan salju terbentuk dan mulai berkembang menjadi lebih besar. Apabila butir-butir air dan salju menjadi terlalu berat, maka butiran-butiran berjatuhan menjadi hujan, salju, dan yang lain.

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman di dalam Al Quran Surat An Nuur ayat 43:

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindihan, maka terlihat olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) e situ kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hamper-hampir menghilangkan penglihatan”.

Baru-baru ini, para ahli mengetahui bagaimana proses pembentukan awan, struktur, dan fungsinya melalui bantuan peralatan modern, seperti kapal terbang, satelit, computer, belon, dan lain-lain untuk mengkaji angin dan arah tujuannya, untuk mengukur kadar kelembapan dan variasinya, dan untuk menentukan besar tekanan atmosfer dan variasinya. Mereka berpendapat bahwa awan ‘cumulonimbus’ yang mampu menurunkan salju berada pada ketinggian 25000 hingga 30000 kaki.

. . .

Sumber :Buku Fisika dan Al Quran, penulis Agus Mulyono dan Ahmad Abtokhi.