Senin, 17 Oktober 2011

Bandung, 8 Oktober 2011

Ketika kau berjanji untuk mencintai
Seorang sosok yang sholih hatimu tak lagi perih
Seorang sosok yang sholehah dengan asa penuh berkah
Ada rasa bahagia yang tertuang dalam asa
Hidupmu terasa sempurna larut dalam jutaan warna

Tapi akan ada banyak batu dan terjal
Tantangan menghampiri dimana  pilihan diuji
Benarkah itu pilihan Illahi atau hanya larut dalam emosi

Maka mencintai bukan hanya tentang mengerti
tapi juga bagaimana memahami
Bahwa adalah pilihan untuk mencintai
Tapi kesetiaan adalah bukti
Bahwa itulah janji
Mencintai karena Illahi


Barakallahu laka wa baraka'alaika wa jama'a baynakumaa fii khaiir


. . .

Bandung, 8 Oktober 2011 

-Cg&L-

. . .


NB: Syukran Jazakumullah kepada Mbak Noviyan Damayanti dan suami serta Pak Riza dan istri karena sudah mengawal prosesnya dari awal, Tita Salafiyah J dan Kak Ramdhan Rabbani atas rekomendasinya, Bu Hanny S. Dulimarta dan keluarga atas kado dan puisinya serta sudah melanjutkan mengawal proses hingga akhir, dan semua pihak yang sudah membantu. Terima kasih. \(^o^)/

Selasa, 13 September 2011

My Friend Said (7)

"Lelaki itu menikahi perempuan yang dicintainya"

Aku Ingin

Aku ingin segera bersamanya

Melihat dan menaklukkan dunia

Mencari dan memberi inspirasi untuk banyak orang

Membawa banyak kebaikan dan manfaat untuk ummat

. . .

Aku ingin melewati setiap waktu bersamanya

Tumbuh dan berkembang bersamanya

Melewati hari tua bersamanya

. . .

Saat ini,

Aku ingin segera bersamanya

. . .

Jakarta, 14 September 2011

10:46 WIB

@Gedung C Lantai 3

Rabu, 03 Agustus 2011

Lembayung Jingga



Lembayung Jingga adalah menjadi diriku
Bukan menjadi kamu, dia, atau mereka

Karena aku “Sang Lembayung Jingga”
Yang menampakkan keindahan
Saat terbit dan terbenamnya

Karena aku “Sang Lembayung Jingga”
Yang menampakkan keindahan
Bagi orang yang melihatnya

Dan Lembayung Jingga itu adalah aku
Bukan kamu, dia, atau mereka…

. . .

Bandung, 20 Desember 2010
21:30 WIB
-kala hati berwarna jingga-

Ekstrovert Yang Introvert

Dengar!
Kata mereka dia itu orang yang ekstrovert
Karena kata mereka, dia itu sangat terbuka kepada siapapun
Bercerita tentang berbagai hal
Mengekspresikan segala sesuatu yang dirasakan

Heyy!!!
Kata mereka, dia itu orang yang ceria
Selalu semangat dan tak pernah bersedih

Tahukah!
Orang ekstrovert itu sebenarnya introvert
Yang dikeluarkan itu hanya sampah!
Yang lainnya disimpan dalam hati
Agar jangan sampai orang lain tahu yang sebenarnya

Tahukah!
Orang ceria itu tak bisa menampakkan kesedihannya di depan orang lain
Karena dia tak ingin orang lain tahu dan ikut bersedih dengannya

Tahukah!
Bahwa itu semua topeng!
Karena dia harus berdiri tegar di atas kerapuhannya . . .

. . .

Bandung, 22 Desember 2010
22:44 WIB
-karena dia bukan malaikat yang selamanya bisa bertahan untuk tetap tegar di atas kerapuhan-

Kutipan - dari Buku Ranah 3 Warna



. . .

Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak.

Jarak ini bias hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bias ditempuh dalam hitungan detik, tapi bias juga puluhan tahun.

Jarak antara SUNGGUH-SUNNGUH dan SUKSES hanya bisa diisi SABAR.

Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung.
Sabar yang bias membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan.

Padahal KEBERUNTUNGAN adalah hasil KERJA KERAS, DOA, dan SABAR yang berlebih-lebih.

[Ranah 3 Warna] 

. . .

Melihat Senyuman Pelangi

Kala itu
Saat sang waktu masih berjalan
Dan hari pun masih berlalu pelan

Kala itu
Sang surya masih bersinar dengan terangnya
Sang awan masih berkejaran dengan riangnya

Dan hujan pun turun tak terduga

Kenapa hujan harus turun?

Mengapa Dia mengganggu hariku?
Itu tanyaku pada-Nya kala itu

Padahal langit tak menunjukkan hitamnya
Padahal langit tak mengeluarkan gemuruhnya
Padahal langit masih terang dengan benderangnya

Lalu hujan pun berhenti tak terduga

Kenapa harus hujan berhenti?
Tanyaku lagi pada-Nya kala itu

Ternyata...
Dia memberiku sebuah keindahan baru

Ternyata...
Dia memberiku sebuah pelangi

Karena Dia ingin aku
Melihat senyuman pelangi

. . .

Bandung, 20 Desember 2010
22:27 WIB
-kala pelangi datang memberi warna yang baru untukku-